Apa yang terjadi
Bitcoin dilaporkan melemah sepanjang September, tetapi masih berpotensi mencatat kenaikan kuartalan pertamanya dalam setahun. Menurut laporan CoinDesk yang diterbitkan pada 18 September 2026 dan ditulis oleh James Van Straten, Bitcoin turun 1,5% selama September.
Snapshot pasar yang disertakan menunjukkan BTC berada di level US$83.190, turun 2,86% dalam 24 jam dan 0,32% dalam satu jam. Namun, snapshot tersebut tidak memiliki cap waktu, sehingga keterkaitannya dengan waktu publikasi laporan tidak dapat dikonfirmasi secara independen.
Laporan tersebut menyebut kenaikan suku bunga, harga minyak yang lebih tinggi, dolar AS yang menguat, serta kemunduran terkait Clarity Act sebagai potensi tekanan terhadap Bitcoin. Data yang tersedia tidak membuktikan bahwa faktor-faktor tersebut secara langsung menyebabkan pergerakan harga.
Investor dan pelaku pasar dapat memantau perkembangan kinerja kuartalan Bitcoin, ekspektasi suku bunga, harga minyak, nilai dolar AS, serta perkembangan Clarity Act. Klaim mengenai kinerja September dan prospek kenaikan kuartalan berasal dari CoinDesk dan belum diverifikasi secara independen dalam data yang tersedia.
Yang perlu dipantau
Pantau kinerja Bitcoin hingga akhir kuartal, perkembangan Clarity Act, ekspektasi suku bunga, harga minyak, dan pergerakan dolar AS. Data pasar dengan cap waktu diperlukan untuk menilai kondisi harga secara lebih akurat.
Angka penting
- BTC: US$83.190
- Perubahan 1 jam: -0,32%
- Perubahan 24 jam: -2,86%
- Kinerja September yang dilaporkan: -1,5%
- Potensi kenaikan kuartalan pertama dalam setahun
Linimasa
CoinDesk menerbitkan artikel dengan James Van Straten sebagai penulis.
Bitcoin dilaporkan turun 1,5% selama September dan berpotensi mencatat kenaikan kuartalan pertama dalam setahun.
Snapshot pasar yang disediakan menunjukkan BTC di US$83.190, turun 2,86% dalam 24 jam.